PROGRAM
KREATIVITAS MAHASISWA
PEMBUATAN
JAJANAN SEHAT “PERMEN DAN ES KRIM” DENGAN MENGGUNAKAN ZAT ADITIF YANG ALAMI
SEHINGGA TIDAK MENYEBABKAN ANAK MENGALAMI
HIPERAKTIF
JENIS KEGIATAN
PKM-AI
Disusun oleh ;
Nama : Junita Irdayanti Syam
NIM : 4131131026
Jurusan/Fakultas : Kimia/FMIPA
Universitas : Universitas Negeri Medan
Alamat Rumah : Jalan WIlem Iskandar, gg: Murni Medan Pancing
No Telp :
Alamat email : yusahikaru@gmail.com
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
MEDAN
2014
PEMBUATAN PERMEN
DAN ES KRIM DENGAN MENGGUNAKAN ZAT ADITIF YANG ALAMI SEHINGGA TIDAK MENYEBABKAN
ANAK MENGALAMI HIPERAKTIF, MEMICU
KERUSAKAN SEL OTAK PADA ANAK
Junita Irdayanti Syam
Universitas
Negeri Medan
ABSTRAK
Tumbuh
kembang anak dipengaruhi oleh pola konsumsinya. Makanan yang sehat akan
memberikan efek positif terhadap tumbuh kembangnya. Pola konsumsi di sini tidak
hanya sekedar makanan dan minuman utamanya saja, melainkan jajanan anak juga
turut diperhitungkan. Padahal tidak sedikit jajanan yang mengandung zat adiktif
atau bahan tambahan yang tidak aman bagi anak. Zat adiktif adalah bahan yang
ditambahkan dalam bahan pangan. Penambahan bahan tersebut bertujuan untuk
memperpanjang umur simpan bahan, membuat makanan semakin menarik lewat warna
dan teksturnya, atau membuat rasanya semakin diminati, serta fungsi lainnya
yang betujuan untuk meningkatkan nilai dari produk pangan. Tidak semua zat
adiktif membahayakan kesehatan. Ada beberapa zat adiktif alami maupun sintetis
yang masih aman dan direkomendasikan untuk produk pangan. Untuk zat adiktif
sintetis, ada batasan kadar yang diizinkan berada dalam produk pangan.
Maka
dari itu dilakukan terobosan baru dengan memanfaatkan zat aditif seperti pewarna dan pemanis buatan dari
tumbuhan yang ada seperti halnya pandan yang digunakan dalam pembuatan es krim
serta buah-buahan yang digunakan dalam pembuatan permen baik itu pemanis maupun
warna. Dilakukannya hal ini karena
jajanan ini adalah makanan yang sering
dikonsumsi anak-anak. Apabila seorang anak sering mengkonsumsi makanan ini
dengan zat aditif yang sintetik maka hal
ini akan menyebabkan dampak negatif bagi anak.
Tujuan
dilaksanakannya program ini yaitu (1)
mengungkapakan betapa pentingnya zat aditif alami dalam jajanan es krim dan
permen bagi anak-anak (2) mengungkap pengaruh jajanan es krim dan permen yang
menggunakan zat aditif sintetik bagi kesehatan anak (3) mengungkap keunggulan es krim dan permen
dengan menggunakan zat aditif alami . Adapun hasil yang diperoleh dari
diadakannya program ini yaitu memiliki resep permen dan es krim sehat, mengetahui keunggulan produk tersebut
terhadap kesehatan anak, dan memiliki taktik serta strategi dalam memilih
jajanan anak yang baik bagi kesehatan anak
kata kunci : zat aditif sintetik dan alami, es krim,
permen, hiper aktif, kerusakan
sel otak
ABSTRACT
Child development is influenced by the pattern of consumption. Healthy food will give a positive effect on growth. Consumption pattern here is not just food and drink main course, but street children are also taken into account. Though not a few snacks that contain addictive substances or additives that are not safe for children. Addictive substances are substances which are added in food. The addition of such materials intended to extend the shelf life of materials, making food more appealing through color and texture, or make felt increasingly in demand, as well as other functions which aims to increase the value of food products. Not all addictive substances harmful to health. There are several natural and synthetic addictive substances that are safe and recommended for food products. For synthetic addictive substances, there are limits permitted levels in food products. Therefore a new breakthrough by using additives such as dyes and artificial sweeteners from existing plants as well as pandanus used in the manufacture of ice cream and fruit are used in the manufacture of sweets either sweeteners or colors.
Doing this because these snacks
are foods that are often consumed by children. If a child often consume these foods with
synthetic additives then it will cause a negative impact on children.
Purpose of the implementation of this program are (1) mengungkapakan how important natural additives in ice cream and candy snacks for kids (2) reveal the influence of ice cream and candy snacks that use synthetic additives to children's health (3) reveal the superiority of ice cream and candy by using natural additives. The results obtained from this program which have candy and ice cream recipes healthy, know the benefits of these products to the health of children, and have tactics and strategy in choosing a good kid snacks for children's health
Key words: natural and synthetic additives, ice cream, candy, hyper active, brain cell damage
Purpose of the implementation of this program are (1) mengungkapakan how important natural additives in ice cream and candy snacks for kids (2) reveal the influence of ice cream and candy snacks that use synthetic additives to children's health (3) reveal the superiority of ice cream and candy by using natural additives. The results obtained from this program which have candy and ice cream recipes healthy, know the benefits of these products to the health of children, and have tactics and strategy in choosing a good kid snacks for children's health
Key words: natural and synthetic additives, ice cream, candy, hyper active, brain cell damage
PENDAHULUAN
Di era
moderen ini banyak produk-produk makanan berwarna dan enak dalam kemasan yang
dijual di supermarket ataupun warung-warung. Produk-produk yang seperti inilah
yang digemari pembeli, seperti anak-anaK. Mereka lebih senang dengan rasa
makanan tersebut karena rasanya yang unik. Tapi mereka tidak pernah tahu bahan
yang digunakan untuk membuat makanan tersebut. Produk-produk tersebut banyak
mengandung zat aditif dalam proses pembuatannya.
Penggunaan
zat aditif sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Para produsen berlomba-lomba membuat
produk mereka terlihat menarik dengan menambahkan berbagai jenis zat aditif
secara berlebihan, padahal sebenarnya mereka tahu bahwa penggunaan zat aditif
secara berlebihan dapat menyebabkan masalah yang cukup serius bagi kesehatan
konsumen. Selain itu mereka juga telah melanggar peraturan yang di buat
pemerintah. Zat aditif yang sintetik inilah yang dapat mengganggu kesehatan
anak seperti halnya pewarna dan pemanis buatan yang tidak alami. Maka dari itu
kita akan membuat es krim dan permen dengan kandungan zat aditif yang alami.
Dilakukannya hal ini karena apabila seorang anak terus menerus mengkonsumsi
jajanan es krim dan permen yang mengandung zat aditif sintetik akan menyebabkan
sang anak mengalami hiveraktif dan juga kerusakan pada sel otak.
Hiperaktivitas pada anak ternyata
berhubungan dengan kebiasaan atau pola makannya. Saat ini sebagian besar anak
di dunia lebih banyak menyukai makanan junk food serta jenis makanan
lain yang mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan. Hal inilah yang
menyebabkan hiperaktif yang terjadi pada anak-anak mulai umur tiga tahun.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Southampthon, USA
pada 1800 anak telah disimpulkan bahwa makanan sehat saja tidak cukup untuk
membantu mengatasi hiperaktivitas pada anak. Namun dengan menjauhkan mereka
dari bahan aditif makanan, termasuk pewarna sintetis, pengawet, dan pemanis
sintetis, dan menggantikannya dengan sayuran dan buah-buahan akan memiliki
perilaku yang lebih jauh trekontrol.
TUJUAN
Adapun
beberapa tujuan yaitu:
1. Mengetahui
pentingnya zat aditif alami dalam jajanan es krim dan permen bagi anak-anak.
2. Memberikan
pengetahuan terhadap pengaruh jajanan es krim dan permen yang menggunakan zat
aditif sintetik bagi kesehatan anak
3. Mengetahui keunggulan
es krim dan permen dengan menggunakan zat aditif alami.
METODE
KONSIIDERAN PERCOBAAN
Tahapan
pelaksanaan program ini melalui beberapa tahap sebagai berikut: (1) konsultasi
dengan pembimbing yaitu dosen yang ada
apad amata kuliah biokimia nutrisi. Disisni Dosen memberikan arahan dan tugas
yang berkaitan dengan tugas ini yaitu Pengaruh Zat aditif bagi nutrisi tubuh.
(2) Mencari berbagai sumber dan literatur untuk mengetahui apa itu zat aditif,
pengaruhnya bagi kesehatan tubuh, serta mengaitkannya pada jajanan anak yaitu
es krim dan permen yang biasa dikonsumsi anak-anak. (3) Mempersiapakan berbagai
resep dalam pembuatan es krim dan permen yang menggunakan zat aditif khususnya
zat pewarna dan pemanis buatan yang alami. (5)Mempublikasikan kandungan permen
dan es krim serta pengaruhnya mengkonsumsi jajanan yang mengandung zat aditif
alami tersebut bagi kesehatan tubuh manusia khususnya anak-anak.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bahan
yang dibutuhkan dalam pembuatan eskrim yaitu 1 liter santan kental, ½ sendok
teh garam, 1 lembar daun pandan (potong-potong), 150 gr gula pasir, 1 sdm
tepung maizena (larutkan dengan 3 sdm air), dan 200 gr kelapa muda /kopyor
9cincang halus). Dengan cara pembuatan yaitu memasak santan bersama dengan
garam, daun pandan dan gula pasir hingga matang. Jangan lupa sesekali aduk
santean supaya santan tidak pecah. Mencampurkan maizena yang telah dicampur air
tadi kedalam santan dan aduk dengan rata, setelah itu angkat dan dinginkan.
Buang daun pandan yang terdapat pada santan, lalu tambahkan kelapa muada ke
dalam santan yang telah dimasak tadi,. Masukkan es puter tadi ke dalam containerdi
freezer dan diamkan hingga santan membeku, kurang lebih 5 jam, setelah itu
ambil dan haluskan dengan mixer atau keruk dengan centong sampai hancur.
Bahan yang
digunakan dalam pembuatan permen agar-agar yaitu 1 bungkus agar-agar, 250 cc air, 400
gr gula pasir, sari buah, dengan cara pembuatan yaitu, menaaruh agar agar
dipanci, bubuhi gula dan air, masak sambil di aduk aduk sampai gulanya hancur
dan adonan menjadi kental, membubuhi sari buah, ratakan, lalu tuang diloyang
datar, tebalnya kira kira 1 jari, mendinginkan, lalu potong persegi kecil
(lebih baik mengunakan pisau berombak), Jemur sampai kering dan berkristal,
simpan ditempat yg sejuk. Dari bahan
bahan yang telah dipaparkan tersebut maka jajanan anak-anak yang sering
dikonsumsi akan aman bagi kesehatan anak-anak. Walaupun bahan-bahan makanan
tersebut mengandung zat aditif, namun zat aditif alami yang digunakan khususnya
pewarna dan pemanis buatan adalah zat aditif yang alami.
Zat adiktif
adalah bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan. Penambahan bahan tersebut
bertujuan untuk memperpanjang umur simpan bahan, membuat makanan semakin
menarik lewat warna dan teksturnya, atau membuat rasanya semakin diminati,
serta fungsi lainnya yang betujuan untuk meningkatkan nilai dari produk pangan.
zat adiktif
Tidak semua zat adiktif membahayakan kesehatan. Ada beberapa zat adiktif alami maupun sintetis yang masih aman dan direkomendasikan untuk produk pangan. Untuk zat adiktif sintetis, ada batasan kadar yang diizinkan berada dalam produk pangan.
Tidak semua zat adiktif membahayakan kesehatan. Ada beberapa zat adiktif alami maupun sintetis yang masih aman dan direkomendasikan untuk produk pangan. Untuk zat adiktif sintetis, ada batasan kadar yang diizinkan berada dalam produk pangan.
Penambahan bahan sintetis melebihi ambang batas yang ditetapkan juga menjadikan bahan tersebut bersifat toksik. Namun demikian, harga bahan tambahan alami dan sintetis tersebut relatif mahal. Sehingga produsen pangan, meski tida seluruhnya, tetapi sebagian besar melirik penggunaan bahan lain, bahkan yang tidak food grade. Ini dilakukan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Oleh karena maraknya peredaran produk pangan yang mengandung zat adiktif berbahaya, orang tua harus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anaknya. Efek yang ditimbulkan akibat konsumsi zat berbahaya tersebut sering kali tidak muncul segera setelah konsumsi. Efek tersebut berakumulasi di dalam tubuh anak, yang baru tampak hasilnya setelah beberapa tahun kemudian. Tetapi ada juga anak yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap bahan kimia yang terkandung dalam bahan pangan. Pada anak-anak seperti ini, konsumsi bahan-bahan tersebut akan langsung mempengaruhi kerja saluran pencernaannya. Dengan demikian, efek yang ditimbulkan oleh zat aditif berbahaya berbeda antara satu anak dengan yang lainnya. Efek yang ditimbulkan juga bergantung pada dosis konsumsi. Memberikan anak makanan yang mengandung zat adiktif berbahaya sama dengan meracuni anak. Efek yang muncul dalam jangka pendek misalnya gangguan pada saluran pencernaan, sakit kepala, gejala alergi dan badan tiba-tiba menjadi lemas. Sedangkan efek jangka panjang yang merupakan efek akumulasi, misalnya penurunan konsentrasi anak, perubahan sikap ataupun menurunnya sistem imun tubuh, hingga resiko kanker, kardiovaskuler serta penyakit degeneratif lainnya. Konsumsi bahan tambahan pangan ini juga dapat menghambat perkembangan otak.
Penggunaan zat adiktif berupa pewarna sintetis bertujuan untuk memperbaiki warna produk pangan. Warna makanan yang bagus akan membuat anak lebih tertarik. Tanpa disadari, akumulasi zat pewarna ini dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Zak adiktif lain yang diaplikasikan pada produk pangan adalah penggunaan perasa. Penggunaannya bertujuan untuk memperkuat rasa pada produk ataupun memperbaiki rasa dari produk pangan. Contohnya adalah MSG. Konsumsi MSG dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak anak dan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan. Beberapa anak menunjukkan respon langsung setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG. Responnya berupa sakit kepala, sakit di bagian dada, dan mati rasa. Efek jangka panjangnya adalah penyakit kanker.
Zat adiktif berupa bahan pengawet juga
sering ditemui. Bahan pengawet digunakan untuk mencegah kerusakan bahan pangan
akibat aktifitas mikroorganisme. Bahan pengawet sintetis dapat memicu reaksi
alergi dan mengganggu fungsi ginjal dan hati. Penggunaan nitrit dan nitrat
sebagai pengawet menyebabkan kanker. Selanjutnya adalah zat adiktif yang berupa
pemanis. Anak-anak menyukai makanan yang manis seperti permen dan es krim.
Penggunaan pemanis sintetis berpotensi menyebabkan anak mengalami obesitas,
hiperaktif, memicu kerusakan sel otak, lupus dan kelainan sistem syaraf pusat
lainnya. Selain itu, konsumsi pemanis yang berlebihan juga dapat menyebabkan
karies gigi. Demikian besar efek yang ditimbulkan dari konsumsi zat adiktif.
Sebagian efek tersebut bersifat permanen. Dari sini, orang tua perlu lebih
berhati-hati dalam memantau konsumsi buah hatinya, untuk menunjang pengoptimalan
tumbuh kembang anak.
Hiperaktivitas pada anak ternyata berhubungan dengan kebiasaan atau pola
makannya. Saat ini sebagian besar anak di dunia lebih banyak menyukai makanan junk
food serta jenis makanan lain yang mengandung bahan pengawet dan pewarna
makanan. Hal inilah yang menyebabkan hiperaktif yang terjadi pada anak-anak
mulai umur tiga tahun. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of
Southampthon, USA pada 1800 anak telah disimpulkan bahwa makanan sehat saja
tidak cukup untuk membantu mengatasi hiperaktivitas pada anak. Namun dengan
menjauhkan mereka dari bahan aditif makanan, termasuk pewarna sintetis,
pengawet, dan pemanis sintetis, dan menggantikannya dengan sayuran dan
buah-buahan akan memiliki perilaku yang lebih jauh trekontrol.
Asupan
sayur dan buah-buahan tentunya memberikan gizi dan energi tanpa menghasilkan
efek samping hiperaktivitas. Jenis makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan
magnesium seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, serta susu akan
memberikan efek yang menenangkan pada tubuh. Maka dari itu hal ini bisa kita
dapatkan dengan memodifikasi pengolahan sayur dan buat tersebut ke dalam
jajanan anak-anak yang mereka gemari.
KESIMPULAN
Berdasarkan
uraian di atas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut yaitu Penggunaan zat aditif
memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kesehatan tubuh manusia, terutama
zat aditif sintetis. Hampir sebagian besar zat aditif sintetis dapat menyebabkan
timbulnya penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker, kerusakan ginjal,
kerusakan system saraf, dan lain-lain apabila penggunaan zat tersebut tidak
sesuai dengan takarannya. Selain zat aditif yang khusus digunakan
untuk makanan, kini banyak produsen yang menggunakan zat aditif yang bukan
digunakan untuk makanan agar memperoleh untung besar. Untuk itu para konsumen
harus waspada dan lebih selektif dalam memilih makanan. Makanan yang kiranya baik untuk di konsumsi
berdasarkan jenis zat aditif yang digunakannya adalah makanan yang berwarna
tidak terlalu mencolok, makanan yang rasanya tidak terlalu gurih, dan makanan
dengan komposisi gizi yang cukup. Maka dari itu pentingnya kita untuk
memperhatikan anak-anak dalam masalah mengkonsumsi makanan yang biasa mereka
makan sebagai camilan atau jajanan
mereka.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonimus. 2006. Rhodamine B ditemukan pada
makanan dan minuman di Makassar. Republika Kamis 5 Januari 2014.
Syah et al. 2005. Manfaat dan Bahaya Bahan
Tambahan Pangan. Bogor: Himpunan Alumni Fakultas
Teknologi Pertanian IPB
Subandi. 1999. Penelitian kadar arsen dan
timbal dalam pewarna rhodamine B dan auraminesecara spektrofotometri: Suatu
penelitian pendahuluan.
http://splashurl.com/kebb6ry
Tidak ada komentar:
Posting Komentar