Selasa, 23 September 2014








PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
PEMBUATAN JAJANAN SEHAT  “PERMEN DAN ES KRIM”  DENGAN MENGGUNAKAN ZAT ADITIF YANG ALAMI SEHINGGA TIDAK MENYEBABKAN ANAK MENGALAMI  HIPERAKTIF

JENIS KEGIATAN
PKM-AI




Disusun oleh ;
                                           Nama                     : Junita Irdayanti Syam         
                                           NIM                       : 4131131026 
                                           Jurusan/Fakultas : Kimia/FMIPA
                                           Universitas            : Universitas Negeri Medan
                                           Alamat Rumah     : Jalan WIlem Iskandar, gg: Murni Medan Pancing
                                           No Telp                  : 
                                          Alamat email          : yusahikaru@gmail.com


  
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2014








PEMBUATAN PERMEN DAN ES KRIM DENGAN MENGGUNAKAN ZAT ADITIF YANG ALAMI SEHINGGA TIDAK MENYEBABKAN ANAK MENGALAMI  HIPERAKTIF, MEMICU KERUSAKAN SEL OTAK PADA ANAK

Junita Irdayanti Syam
Universitas Negeri Medan

ABSTRAK
Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh pola konsumsinya. Makanan yang sehat akan memberikan efek positif terhadap tumbuh kembangnya. Pola konsumsi di sini tidak hanya sekedar makanan dan minuman utamanya saja, melainkan jajanan anak juga turut diperhitungkan. Padahal tidak sedikit jajanan yang mengandung zat adiktif atau bahan tambahan yang tidak aman bagi anak. Zat adiktif adalah bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan. Penambahan bahan tersebut bertujuan untuk memperpanjang umur simpan bahan, membuat makanan semakin menarik lewat warna dan teksturnya, atau membuat rasanya semakin diminati, serta fungsi lainnya yang betujuan untuk meningkatkan nilai dari produk pangan. Tidak semua zat adiktif membahayakan kesehatan. Ada beberapa zat adiktif alami maupun sintetis yang masih aman dan direkomendasikan untuk produk pangan. Untuk zat adiktif sintetis, ada batasan kadar yang diizinkan berada dalam produk pangan.
Maka dari itu dilakukan terobosan baru dengan memanfaatkan zat aditif  seperti pewarna dan pemanis buatan dari tumbuhan yang ada seperti halnya pandan yang digunakan dalam pembuatan es krim serta buah-buahan yang digunakan dalam pembuatan permen baik itu pemanis maupun warna. Dilakukannya hal ini  karena jajanan ini  adalah makanan yang sering dikonsumsi anak-anak. Apabila seorang anak sering mengkonsumsi makanan ini dengan zat aditif yang sintetik  maka hal ini akan menyebabkan dampak negatif bagi anak.
Tujuan  dilaksanakannya program ini yaitu (1) mengungkapakan betapa pentingnya zat aditif alami dalam jajanan es krim dan permen bagi anak-anak (2) mengungkap pengaruh jajanan es krim dan permen yang menggunakan zat aditif sintetik bagi kesehatan anak  (3) mengungkap keunggulan es krim dan permen dengan menggunakan zat aditif alami . Adapun hasil yang diperoleh dari diadakannya program ini yaitu memiliki resep permen dan es krim sehat,  mengetahui keunggulan produk tersebut terhadap kesehatan anak, dan memiliki taktik serta strategi dalam memilih jajanan anak yang baik bagi kesehatan anak

kata kunci : zat aditif sintetik dan alami, es krim, permen, hiper aktif, kerusakan
sel otak





ABSTRACT

             Child development is influenced by the pattern of consumption. Healthy food will give a positive effect on growth. Consumption pattern here is not just food and drink main course, but street children are also taken into account. Though not a few snacks that contain addictive substances or additives that are not safe for children. Addictive substances are substances which are added in food. The addition of such materials intended to extend the shelf life of materials, making food more appealing through color and texture, or make felt increasingly in demand, as well as other functions which aims to increase the value of food products. Not all addictive substances harmful to health. There are several natural and synthetic addictive substances that are safe and recommended for food products. For synthetic addictive substances, there are limits permitted levels in food products.  Therefore a new breakthrough by using additives such as dyes and artificial sweeteners from existing plants as well as pandanus used in the manufacture of ice cream and fruit are used in the manufacture of sweets either sweeteners or colors.
Doing this because these snacks are foods that are often consumed by children. If a child often consume these foods with synthetic additives then it will cause a negative impact on children.
Purpose of the implementation of this program are (1) mengungkapakan how important natural additives in ice cream and candy snacks for kids (2) reveal the influence of ice cream and candy snacks that use synthetic additives to children's health (3) reveal the superiority of ice cream and candy by using natural additives. The results obtained from this program which have  candy and ice cream recipes healthy, know the benefits of these products to the health of children, and have tactics and strategy in choosing a good kid snacks for children's health

Key words: natural and synthetic additives, ice cream, candy, hyper active, brain cell damage


PENDAHULUAN
Di era moderen ini banyak produk-produk makanan berwarna dan enak dalam kemasan yang dijual di supermarket ataupun warung-warung. Produk-produk yang seperti inilah yang digemari pembeli, seperti anak-anaK. Mereka lebih senang dengan rasa makanan tersebut karena rasanya yang unik. Tapi mereka tidak pernah tahu bahan yang digunakan untuk membuat makanan tersebut. Produk-produk tersebut banyak mengandung zat aditif dalam proses pembuatannya.
Penggunaan zat aditif sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Para produsen berlomba-lomba membuat produk mereka terlihat menarik dengan menambahkan berbagai jenis zat aditif secara berlebihan, padahal sebenarnya mereka tahu bahwa penggunaan zat aditif secara berlebihan dapat menyebabkan masalah yang cukup serius bagi kesehatan konsumen. Selain itu mereka juga telah melanggar peraturan yang di buat pemerintah. Zat aditif yang sintetik inilah yang dapat mengganggu kesehatan anak seperti halnya pewarna dan pemanis buatan yang tidak alami. Maka dari itu kita akan membuat es krim dan permen dengan kandungan zat aditif yang alami. Dilakukannya hal ini karena apabila seorang anak terus menerus mengkonsumsi jajanan es krim dan permen yang mengandung zat aditif sintetik akan menyebabkan sang anak mengalami hiveraktif dan juga kerusakan pada sel otak.
Hiperaktivitas pada anak ternyata berhubungan dengan kebiasaan atau pola makannya. Saat ini sebagian besar anak di dunia lebih banyak menyukai makanan junk food serta jenis makanan lain yang mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan. Hal inilah yang menyebabkan hiperaktif yang terjadi pada anak-anak mulai umur tiga tahun. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Southampthon, USA pada 1800 anak telah disimpulkan bahwa makanan sehat saja tidak cukup untuk membantu mengatasi hiperaktivitas pada anak. Namun dengan menjauhkan mereka dari bahan aditif makanan, termasuk pewarna sintetis, pengawet, dan pemanis sintetis, dan menggantikannya dengan sayuran dan buah-buahan akan memiliki perilaku yang lebih jauh trekontrol.

TUJUAN
Adapun beberapa tujuan yaitu:
1.      Mengetahui pentingnya zat aditif alami dalam jajanan es krim dan permen bagi anak-anak.
2.      Memberikan pengetahuan terhadap pengaruh jajanan es krim dan permen yang menggunakan zat aditif sintetik bagi kesehatan anak
3.      Mengetahui keunggulan es krim dan permen dengan menggunakan zat aditif alami.

METODE
KONSIIDERAN PERCOBAAN
          Tahapan pelaksanaan program ini melalui beberapa tahap sebagai berikut: (1) konsultasi dengan pembimbing yaitu dosen  yang ada apad amata kuliah biokimia nutrisi. Disisni Dosen memberikan arahan dan tugas yang berkaitan dengan tugas ini yaitu Pengaruh Zat aditif bagi nutrisi tubuh. (2) Mencari berbagai sumber dan literatur untuk mengetahui apa itu zat aditif, pengaruhnya bagi kesehatan tubuh, serta mengaitkannya pada jajanan anak yaitu es krim dan permen yang biasa dikonsumsi anak-anak. (3) Mempersiapakan berbagai resep dalam pembuatan es krim dan permen yang menggunakan zat aditif khususnya zat pewarna dan pemanis buatan yang alami. (5)Mempublikasikan kandungan permen dan es krim serta pengaruhnya mengkonsumsi jajanan yang mengandung zat aditif alami tersebut bagi kesehatan tubuh manusia khususnya anak-anak.

HASIL DAN PEMBAHASAN
          Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan eskrim yaitu 1 liter santan kental, ½ sendok teh garam, 1 lembar daun pandan (potong-potong), 150 gr gula pasir, 1 sdm tepung maizena (larutkan dengan 3 sdm air), dan 200 gr kelapa muda /kopyor 9cincang halus). Dengan cara pembuatan yaitu memasak santan bersama dengan garam, daun pandan dan gula pasir hingga matang. Jangan lupa sesekali aduk santean supaya santan tidak pecah. Mencampurkan maizena yang telah dicampur air tadi kedalam santan dan aduk dengan rata, setelah itu angkat dan dinginkan. Buang daun pandan yang terdapat pada santan, lalu tambahkan kelapa muada ke dalam santan yang telah dimasak tadi,. Masukkan es puter tadi ke dalam containerdi freezer dan diamkan hingga santan membeku, kurang lebih 5 jam, setelah itu ambil dan haluskan dengan mixer atau keruk dengan centong sampai hancur.      
Bahan yang digunakan dalam pembuatan permen agar-agar yaitu 1 bungkus agar-agar, 250 cc air, 400 gr gula pasir, sari buah, dengan cara pembuatan yaitu, menaaruh agar agar dipanci, bubuhi gula dan air, masak sambil di aduk aduk sampai gulanya hancur dan adonan menjadi kental, membubuhi sari buah, ratakan, lalu tuang diloyang datar, tebalnya kira kira 1 jari, mendinginkan, lalu potong persegi kecil (lebih baik mengunakan pisau berombak), Jemur sampai kering dan berkristal, simpan ditempat yg sejuk.  Dari bahan bahan yang telah dipaparkan tersebut maka jajanan anak-anak yang sering dikonsumsi akan aman bagi kesehatan anak-anak. Walaupun bahan-bahan makanan tersebut mengandung zat aditif, namun zat aditif alami yang digunakan khususnya pewarna dan pemanis buatan adalah zat aditif yang alami.
 Zat adiktif adalah bahan yang ditambahkan dalam bahan pangan. Penambahan bahan tersebut bertujuan untuk memperpanjang umur simpan bahan, membuat makanan semakin menarik lewat warna dan teksturnya, atau membuat rasanya semakin diminati, serta fungsi lainnya yang betujuan untuk meningkatkan nilai dari produk pangan. zat adiktif
Tidak semua zat adiktif membahayakan kesehatan. Ada beberapa zat adiktif alami maupun sintetis yang masih aman dan direkomendasikan untuk produk pangan. Untuk zat adiktif sintetis, ada batasan kadar yang diizinkan berada dalam produk pangan.

           Penambahan bahan sintetis melebihi ambang batas yang ditetapkan juga menjadikan bahan tersebut bersifat toksik. Namun demikian, harga bahan tambahan alami dan sintetis tersebut relatif mahal. Sehingga produsen pangan, meski tida seluruhnya, tetapi sebagian besar melirik penggunaan bahan lain, bahkan yang tidak food grade. Ini dilakukan untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Oleh karena maraknya peredaran produk pangan yang mengandung zat adiktif berbahaya, orang tua harus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anaknya. Efek yang ditimbulkan akibat konsumsi zat berbahaya tersebut sering kali tidak muncul segera setelah konsumsi. Efek tersebut berakumulasi di dalam tubuh anak, yang baru tampak hasilnya setelah beberapa tahun kemudian. Tetapi ada juga anak yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap bahan kimia yang terkandung dalam bahan pangan. Pada anak-anak seperti ini, konsumsi bahan-bahan tersebut akan langsung mempengaruhi kerja saluran pencernaannya. Dengan demikian, efek yang ditimbulkan oleh zat aditif berbahaya berbeda antara satu anak dengan yang lainnya. Efek yang ditimbulkan juga bergantung pada dosis konsumsi. Memberikan anak makanan yang mengandung zat adiktif berbahaya sama dengan meracuni anak. Efek yang muncul dalam jangka pendek misalnya gangguan pada saluran pencernaan, sakit kepala, gejala alergi dan badan tiba-tiba menjadi lemas. Sedangkan efek jangka panjang yang merupakan efek akumulasi, misalnya penurunan konsentrasi anak, perubahan sikap ataupun menurunnya sistem imun tubuh, hingga resiko kanker, kardiovaskuler serta penyakit degeneratif lainnya. Konsumsi bahan tambahan pangan ini juga dapat menghambat perkembangan otak.

                Penggunaan zat adiktif berupa pewarna sintetis bertujuan untuk memperbaiki warna produk pangan. Warna makanan yang bagus akan membuat anak lebih tertarik. Tanpa disadari, akumulasi zat pewarna ini dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif. Zak adiktif lain yang diaplikasikan pada produk pangan adalah penggunaan perasa. Penggunaannya bertujuan untuk memperkuat rasa pada produk ataupun memperbaiki rasa dari produk pangan. Contohnya adalah MSG. Konsumsi MSG dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak anak dan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan. Beberapa anak menunjukkan respon langsung setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG. Responnya berupa sakit kepala, sakit di bagian dada, dan mati rasa. Efek jangka panjangnya adalah penyakit kanker.
Zat adiktif berupa bahan pengawet juga sering ditemui. Bahan pengawet digunakan untuk mencegah kerusakan bahan pangan akibat aktifitas mikroorganisme. Bahan pengawet sintetis dapat memicu reaksi alergi dan mengganggu fungsi ginjal dan hati. Penggunaan nitrit dan nitrat sebagai pengawet menyebabkan kanker. Selanjutnya adalah zat adiktif yang berupa pemanis. Anak-anak menyukai makanan yang manis seperti permen dan es krim. Penggunaan pemanis sintetis berpotensi menyebabkan anak mengalami obesitas, hiperaktif, memicu kerusakan sel otak, lupus dan kelainan sistem syaraf pusat lainnya. Selain itu, konsumsi pemanis yang berlebihan juga dapat menyebabkan karies gigi. Demikian besar efek yang ditimbulkan dari konsumsi zat adiktif. Sebagian efek tersebut bersifat permanen. Dari sini, orang tua perlu lebih berhati-hati dalam memantau konsumsi buah hatinya, untuk menunjang pengoptimalan tumbuh kembang anak.


                Hiperaktivitas pada anak ternyata berhubungan dengan kebiasaan atau pola makannya. Saat ini sebagian besar anak di dunia lebih banyak menyukai makanan junk food serta jenis makanan lain yang mengandung bahan pengawet dan pewarna makanan. Hal inilah yang menyebabkan hiperaktif yang terjadi pada anak-anak mulai umur tiga tahun. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Southampthon, USA pada 1800 anak telah disimpulkan bahwa makanan sehat saja tidak cukup untuk membantu mengatasi hiperaktivitas pada anak. Namun dengan menjauhkan mereka dari bahan aditif makanan, termasuk pewarna sintetis, pengawet, dan pemanis sintetis, dan menggantikannya dengan sayuran dan buah-buahan akan memiliki perilaku yang lebih jauh trekontrol.
           Asupan sayur dan buah-buahan tentunya memberikan gizi dan energi tanpa menghasilkan efek samping hiperaktivitas. Jenis makanan yang kaya akan kandungan kalsium dan magnesium seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, serta susu akan memberikan efek yang menenangkan pada tubuh. Maka dari itu hal ini bisa kita dapatkan dengan memodifikasi pengolahan sayur dan buat tersebut ke dalam jajanan anak-anak yang mereka gemari.

KESIMPULAN
                                Berdasarkan uraian di atas, diperoleh kesimpulan sebagai berikut yaitu   Penggunaan zat aditif memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kesehatan tubuh manusia, terutama zat aditif sintetis. Hampir sebagian besar zat aditif sintetis dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker, kerusakan ginjal, kerusakan system saraf, dan lain-lain apabila penggunaan zat tersebut tidak sesuai dengan takarannya.   Selain zat aditif yang khusus digunakan untuk makanan, kini banyak produsen yang menggunakan zat aditif yang bukan digunakan untuk makanan agar memperoleh untung besar. Untuk itu para konsumen harus waspada dan lebih selektif dalam memilih makanan.   Makanan yang kiranya baik untuk di konsumsi berdasarkan jenis zat aditif yang digunakannya adalah makanan yang berwarna tidak terlalu mencolok, makanan yang rasanya tidak terlalu gurih, dan makanan dengan komposisi gizi yang cukup. Maka dari itu pentingnya kita untuk memperhatikan anak-anak dalam masalah mengkonsumsi makanan yang biasa mereka makan sebagai camilan atau jajanan  mereka.










DAFTAR PUSTAKA


    Anonimus. 2006. Rhodamine B ditemukan pada makanan dan minuman di Makassar. Republika Kamis 5 Januari 2014.

     Syah et al. 2005. Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan. Bogor: Himpunan Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB

    Subandi. 1999. Penelitian kadar arsen dan timbal dalam pewarna rhodamine B dan auraminesecara spektrofotometri: Suatu penelitian pendahuluan.
            http://splashurl.com/kebb6ry




Tidak ada komentar:

Posting Komentar